In Memoriam Ineke de Vries, anggota pendiri YAYASAN PACE

Telah meninggal dunia pada tanggal 7 Nopember 2009 y.l.  Ibu Ineke de Vries, salah satu anggota pendiri Yayasan PACE yang sangat terkenal. Selama hidup beliau terkenal karena keprihatinan dan kelibatan diri dengan penduduk dan seni kebudayaan Papua. Terdorong oleh ketertarikan tersebut beliau terjun dalam kegiatan Yayasan PACE sejakberdirinya Yayasan tersebut  Pada tahun 1999 ketika Assosiasi Ilmu Pengetahuan Wilayah Oseania di Negeri Belanda (NVOS) merasa perihatin tentang masa depan koleksi benda-benda warisan Papua yang berada di Negeri Belanda, beliau langsung menyumbangkan pikiran untuk mencarikan solusi.Karena intervensi beliau maka haskil keputusan yang diambil bukan saja dibatasi dengan mempertahankan koleksi tersebut dalam tangan Negeri Belanda  melainkan mengalihkannya juga kepada Papua.

Setelah menandatangani akte pendirian Yayasan Pace beliau menjadi ketua umum pertama badan tersebut pada tanggal 18 September 2001.  

Beliau dengan tekun melakukan tugasnya di Yayasan. Selama tahun-tahun berikut beliau selain aktif bekerja sebagai pimpinan Yayasan secara sukarela juga menyumbangkan tenaganya tanpa lelah untuk mengembangkan tujuan Yayasan. Dengan giat beliau mencari fihak-fihak yang bersedia menyumbangkan koleksi pribadinya kepada warisan budaya untuk kelak dipaparkan,  membuat deskripsi Ineke in documentaire 'Paikeda - Mens in steen'benda-benda yang masuk, menghubungi badan-badan dan lembaga-lembaga dan berupaya meningkatkan minat di dalam maupun di luar jaringan kawan-kawan dan kenalan-kenalannya. Salah satu bagian penting tugasnya di Yayasan adalah melakukan perjalanan ke Papua. Sejak tahun 2000 beliau mengunjungi Papua beberapa kali  untuk menjelaskan maksud dan tujuan PACE kepada semua fihak yang bersangkutan, dan mencari potensi bekerjasama dengan perguruan tinggi dan universitas-universitas dan lembaga-lembaga pengetahuan dengan siapa akhirnya berhasil ditandatangani perjanjian-perjanjian. 

Pada tahun 2004 beliau mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari PACE. Seperti dengan masalah-masalah sebelum yang selalu beliau berhasil atasi dengan sikap bijaksana dan terbuka , demikian pula sikapnya waktu  mengundurkan diri. Keputusannya diterima dengan hormat oleh pengurus Yayasan meskipun dengan rasa menyesal.Ineke spreekt op Papua met lokale bevolking
Meskipun secara resmi telah keluar dari Yayasan beliau tetap menaruh perhatian kepada perkembangan selanjutnya Yayasan  - walaupun dari jauh-  tanpa menjadi terlibat secara langsung.
Pengetahuan beliau tentang  pulau Papua, atau masyarakat Papua yang kini tinggal di Negeri Belanda atau pernah tinggal atau bekerja di Papua pada masa lampau maupun dewasa ini sangat bermanfaat bagi semua fihak.
Pada akhir tahun 2008 beliau melakukan perjalanan ke Papua satu kali lagi, yang ternyata menjadi perjalanannya yang terakhir kalinya.


Pada bulan Oktober beliau membuat pengumuman mengidap penjakit terminal. Pada akhir bulan Oktober beliau dengan resmi minta diri dari semua sobat dan kenalan melalui tayangan ulangan film dokumentasi hasil produksinya sendiri berjudul  “Paikedia – Mens in Steen” (Paikeda- Manusia dalam Batu), yangbeeld uit video met Ineke  sangat dia banggakan. Dalam film tersebut ditayangkan bagaimana pentingnya warisan Papua dan bagaimana beliau “ seorang wanita asli Amsterdam” melakukan penyelidikannya di wilayah Wisselmeren.
Usai acara pertemuan perpisahannya beliau masuk sebuah fasilitas peristirahatan dimana dia tutup usia tidak lama berselang.
Pengumuman resmi tentang wafatnya tetap mengejutkan masyarakat dan meninggalkan kesedihan dan kekosongan. Beliau bukan hanya sosok yang patut dikagumi melainkan pula perintis yang tak tahu lelah. Beliau akan sangat dirindukan.

Ineke de Vries (lahir di Hilversum 1930- wafat di Amsterdam, 7 Nopember 2009)

Semua foto berasal dari film dokumentasi hasil produksi Ineke berjudul “Paikeda –Mens in Steen”