News and Info

Roy Villevoye di ‘Beyond the Dutch’

Di Centraal Museum di Utrecht diadakan pameran khusus  ‘Beyond the Dutch’ hingga 10 Januari 2010. Karya dari lebih 40 seniman, antara lain Roy Villevoye dan Fiona Tan dengan karya antara lain dari Papua, menunjukkan relasi antara seni rupa Belanda – Indonesia. Di hari terakhir pameran, Moluks Museum bekerja sama dengan PACE dan Kosmopolis menggelar tema siang ‘Beyond Java’ . Antara lain Roy Villevoye tampil sebagai pembicara.

Laporan Pertemuan Varkenssalon ‘Papua dalam Diaspora’

Sebuah laporan tentang pertemuan Varkenssalon ‘Papua dalam Diaspora’ mengenai sejarah lisan Papua pada 11 Oktober 2009 telah dibuat. Banyak orang Papua yang ingin meneruskan cerita pada generasi penerus. Setelah Kementrian Kesehatan, Kesejahteraan dan Olahraga Belanda (VWS) memberi bantuan dana, 25 orang diwawancara. Sebagian besar mereka mengalami Perang Dunia II dan cedera atau bekerja di Nugini Belanda. Dalam wawancara 70 jam tersebut terekam 31 wawancara.

In Memoriam Ineke de Vries, anggota pendiri YAYASAN PACE

Telah meninggal dunia pada tanggal 7 Nopember 2009 y.l.  Ibu Ineke de Vries, salah satu anggota pendiri Yayasan PACE yang sangat terkenal. Selama hidup beliau terkenal karena keprihatinan dan kelibatan diri dengan penduduk dan seni kebudayaan Papua. Terdorong oleh ketertarikan tersebut beliau terjun dalam kegiatan Yayasan PACE sejakberdirinya Yayasan tersebut  Pada tahun 1999 ketika Assosiasi Ilmu Pengetahuan Wilayah Oseania di Negeri Belanda (NVOS) merasa perihatin tentang masa depan koleksi benda-benda warisan Papua yang berada di Negeri Belanda, beliau langsung menyumbangkan pikiran untuk mencarikan solusi.

Papua Pride ingin melihat ke depan

Empat puluh tahun silam di Nieuw-Guinea Belanda telah diselenggarakan apa yang disebut PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat). Pada peristiwa itu sejumlah 1025 pemilih yang khusus diseleksi memilih untuk bergabung dengan Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Nopember 2009 y.a.d selain memperingati peristiwa tersebut yang akan mengambil tempat di Gereja Jacobi di Utrecht kami ingin mengambil kesempatan untuk membahas bersama apa saja yang dapat kita lakukan demi kepentingan dan kemajuan Papua pada saat ini.

PACE TV, sebuah rubrik baru di website

Belakangan ini terdapat rubrik baru di website PACE, yaitu tentang PACE TV, sebuah bagian dari YouTube. Di PACE TV ditayangkan film-film pendek yang berhubungan dengan PACE dan/atau Papua, dahulu Nieuw-Guinea bagian Belanda. Untuk sementara jumlah film-film terbatas pada hasil pemotretan/produser film Belanda Wim van Oijen di Papua

PACE ikut berpartisipasi di situs “perang di hindia belanda”

Pada hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2009, bertepatan dengan hari peringatan kapitulasi Jepang, sekretaris negara Jet Bussemaker menerima informasi terkini tentang  pendirian dan lokasi portal situs web “Jaman Perang di Hindia Belanda”. Portal tersebut  yang mengandung informasi tentang lembaga-lembaga warisan  perang dunia ke II di Hindia Belanda  akan dikelola oleh “Indisch Herinneringcentrum Bronbeek” (Pusat Peringatan Hindia Belanda di Bronbeek).

Temuan: nama Sapoerahof salah

Hasil sampingan penting dari warisan budaya proyek Linken Leggen Lombok (Meletakkan Hubungan Lombok) adalah temuan bahwa nama “Sapoerahof” di pemukiman Lombok di kota Utrecht ditulis salah. Pada saat berjalan-jalan Straatgewijs (Mengikuti Jalan) Bapak Wim Manuhutu, mantan direktur Museum Maluku, mendeteksi bahwa nama dari cabang jalan Molukkenstraat tersebut tidak benar.

Kunjungan perdana menteri dan putera mahkota ke stand – PACE

Pada hari Sabtu tanggal 27 Juni,  Perdana Menteri Jan-Peter Balkenende dan Putra Mahkota Pangeran Willem Alexander mengunjungi stand PACE di Malieveld di kota Den Haag dalam rangka memperingati Hari Nasional Veteran.. Pada acara tersebut anggota redaksi Koen de Jager berkesempatan memberi penjelasan lengkap kepada kedua tamu tersebut  tentang kegiatan Yayasan PACE.